H-2 Upacara Ngaben Masal Desa Tunjung

Info Tunjung 09 September 2019 09:46:32 WITA

Rangkaian Upacara Pitra Yadnya (Ngaben Masal) Desa Tunjung dilanjutkan pada Hari Minggu (8/9) dengan rentetan Upacara Nundunin, dan Ngeringkes.

  1. Nundunin/Ngulapin

Upacara ini merupakan upacara memanggil Atman yang akan diaben. Pada pukul 05.00 wita masyarakat Desa Tunjung berkumpul di tempat berlangsungnya Upacara Ngaben Masal. Kemudian satu orang perwakilan dari keluarga pemilik Sawa menggendong Sekah (tempat Atman setelah Nundunin/Ngulapin) dengan cara mengikat sekah menggunakan kain berwarna putih (dalam istilah Bali disebut Nginyang) yang kemudian akan dibawa ketempat Upacara Nundunin/Ngulapin (Kuburan/Setre). Para perwakilan keluaraga yang sudah membawa/menggendong Sekah akan berbaris di jalan dengan memegang tali panjang yang sebelumnya sudah dililit dengan kain berwarna putih dan benang tiga warna yaitu hitam, merah, dan putih (benang Tridatu). Setalah perwakilan berbaris sesuai dengan nomor yang sudah dibagikan oleh Panitia Pengabenan Desa Tunjung, maka secara bersama-sama akan menuju tempat dilaksanakannya Upacara Nundunin/Ngulapin.

  1. Ngeringkes

setelah Upacara Nundunin/Ngulapin selesai dilaksanakan di Kuburan/Setre, Sekah yang di gendong oleh perwakilan keluarga sudah berisikan Atman yang akan diaben dalam bentuk kayu perumpamaan raga yang akan diaben. Sesampainya di tempat Upacara Ngaben Masal, perwakilan keluarga yang menggedong/membawa Sekah mengelilingi tempat Upacara Ngaben Masal sebanyak tiga kali dengan masih memegang tali secara bersamaan. Pada pukul 13.00 wita dilanjutkan dengan Upacara Nyiramin/Ngemandusi. Uapacara yang memiliki makna sebagai pembersihan jiwa ini di tuntun langsung oleh Ida Pandita yang akan muput Acara Pitra Yadnya (Ngaben Masal). Setelah Upacara Nyiramin/Ngemandusin selasai maka dilanjutkan dengan Upacara Ngeringkes. Upacara Ngeringkes merupakan upacara pembungkusan kayu yang bergambar perumpamaan raga yang akan diaben dengan menggunakan kain putih yang sudah diisikan dengan aksara-aksara oleh Ida Pandita. Setelah Upacara Ngeringkes selesai maka sekah yang sudah berisikan Atman kembali ditempatkan pada Tumpang Salu, kemudian keluarga dari Atman akan menghaturkan sembah bakti berupa sesajen (Banten Soda dan kopi).

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Tunjung

tampilkan dalam peta lebih besar